Pages

Tuesday, December 22, 2015

Cara Belajar Bahasa Inggris Tanpa Grammar Metode Taba

Grammar Penyebab Kegagalan
Dulu, Indonesia memberikan kurikulum belajar bahasa Inggris yang terfokus pada grammar. Para siswa dan mahasiswa diarahkan untuk mampu menjawab soal-soal bahasa Inggris yang berbau grammar. Hasilnya GAGAL!

Ketika mendengar belajar bahasa Inggris, kepala langsung teringat pada pola perubahan 16 Tenses. Orang yang tidak suka mata pelajaran bahasa Inggris, jangankan mau mempelajarinya, mendengarnya saja sudah malas. Bahkan lari….!

Jaman terus berubah, perbaikan kurikulum pun terus dilakukan. Sekarang, materi bahasa Inggris di sekolah dipadati dengan reading (bacaan). Ini juga masih belum berhasil membumikan bahasa Inggris di Indonesia. Kenapa? Karena banyak yang tidak mengetahui arti atau terjemahan teksnya.

Mungkin orang-orang cerdas tidak paham kenapa masih banyak pelajar Indonesia yang kesulitan dalam bahasa Inggris, padahal sekarang sudah tidak berorientasi pada grammar (tata bahasa), tapi berorientasi pada reading?

Bagi saya kesulitan itu sangat mungkin terjadi karena reading yang disajikan itu mirip bacaan-bacaan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Saya ingat saat sekolah, mengisi soal-soal wacana dalam teks bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah bagi saya. Bahkan saya merasa lebih mudah mengerjakan soal grammar bahasa Inggris daripada mengisi teks wacana bahasa Indonesia. Ini pengalaman saya. he..he..

Lalu di Mana Letak Kesalahan Belajar Bahasa Inggris?
Saya menilai pelajaran bahasa Indonesia dan Inggris di sekolah langsung menuntut siswa untuk memahami teorinya dengan ‘sempurna’. Materi tentang novel menuntut siswa untuk memahami teori novel dengan baik.

Di balik itu, guru lupa mengajak siswa untuk menulis. Begitu juga yang terjadi pada reading. Guru terfokus mengajak siswa untuk menjawab soal-soal reading, seperti apa kalimat utama pada paragraf satu? Akan tetapi, ia lupa mengajak siswa untuk menceritakan pikiran masing-masing dalam teks bahasa Inggris.

Maka Muncullah Guru Bahasa  Inggris Teladan!
Suatu hari, saya nonton salah satu televisi nasional. Saat itu, ada acara wawancara dengan para guru teladan dengan gebrakan unik masing-masing.

Seorang guru bahasa Inggris mengaku bahwa beliau suka mengajak para siswa dan siswinya untuk berani praktek, praktek dan praktek. Bukan terlalu banyak berteori, bukan!

Sang guru menugaskan siswanya untuk menulis apa saja dalam bahasa Inggris. Kemudian, beliau membacanya satu per satu. Bagaimana hasilnya? Banyak siswa berani menulis dalam bahasa Inggris walaupun masih banyak kesalahan dalam grammar-nya. Bahkan ada yang mencampurkan kosakatanya dengan bahasa Indonesia.

Saya setuju dengan langkah guru tersebut. Berdasarkan pengalamanku, jangankan setingkat SMP atau SMA, setingkat mahasiswa pun banyak yang tidak berani menulis dalam bahasa Inggris meskipun sudah dibolehkan untuk mencampurkannya dengan bahasa Indonesia. Selain itu, mereka dibolehkan menggunakan grammar yang salah. Tetap saja, mereka tampak enggan melakukannya, selain hanya sekitar 5 orang saja dalam satu kelas!

Saya Putuskan Belajar Bahasa Inggris Tanpa Beban Grammar Saja!
Meskipun saya meyakini bahwa memahami grammar itu sangat penting dalam bahasa Inggris, tapi kita tidak boleh terjebak dengan soal-soal grammar.

Biarlah kemampuan grammar dipelajari dengan cara lebih natural. Saya lebih fokus saja pada perbendaharaan vocabulary (kata). Saya lebih setuju belajar bahasa Inggris itu ibarat anak-anak belajar bahasa Indonesia dari orang tuanya, bukan dari sekolah!

Mereka bisa praktek bahasa Indonesia tanpa perlu diajarkan pola Subyek + Predikat + Obyek, macam-macam mazas, unsur-unsur fiksi, atau teori lainnya.

Orang tua cukup memberikan contoh ungkapan atau kalimat ketika anak ingin menonton: “Kita nonton yuk!”, ketika anak ingin makan: “Nak, kamu mau makan? Mau makan apa?” Nah, metode inilah yang terasa lebih cocok bagi saya untuk belajar bahasa Inggris agar terasa lebih mudah.

Saya Namakan Saja Belajar Mudah Bahasa Inggris “Metode Taba”
Karena suka menulis, maka seringkali saya membahas tentang belajar bahasa Inggris. Agar mudah ditemukan teman-teman yang ingin mencoba cara belajarku di Internet, saya namakan saja “Metode Taba” ya…!

Kenapa Bahasa Inggris Ala “Taba”?
Ini hanya untuk mempermudah saja agar teman-teman bisa membaca cara belajar bahasa Inggris secara online dan gratis.

Kata “Taba” merupakan kependekan dari nama diary online saya yang hampir saya update tiap hari, baik tentang  belajar bahasa Inggris, Arab, Jepang, Mandarin, atau yang lainnya.

Dalam diary tersebut, saya juga sekarang sedang membuat Tes Vocabulary Bahasa Inggris Online. Link-nya dapat ditemukan pada menu e-book.

Dengan Tes Vocab tersebut diharapkan saya bisa menghapal arti kata bahasa Inggris sebanyak-banyaknya, baik level pemula, menengah maupun lanjutan.

Sekarang juga, sudah ada 9 soal Tes Vocab. Masing-masing terdiri atas antara  10 hingga 25 soal. Bagi saya, ini tidak memusingkan seperti yang dialami pada saat menghapal vocabulary dari kamus.

Dengan Tes Vocab ini, kita menjawab soal bahasa Inggris interaktif. Ketika menjawabnya dengan salah, maka akan ada pesan bahwa jawaban salah. Ketika menjawabnya benar, maka akan ada pesan bahwa jawaban kita benar.

Metode “Taba” Dalam Tes Vocabulary Bahasa Inggris Online
Agar mudah diingat, setiap cara belajar bahasa Inggris yang saya tulis di blog diary, saya sebut metode “Taba” saja. Sekarang saya siapkan Tes Vocab Metode Taba yang dapat diakses di blogku tercinta itu.

Materinya:
1. Soal tes vocab untuk pemula yang berbentuk pilihan ganda (a atau b)
Dalam soal ini, kita diminta mencari arti kata dari bahasa Inggris yang tersedia.

Saya merasa lebih mudah karena artinya sudah ada pada pilihan. Ketika salah juga, akan ada kesempatan kedua kalinya untuk mencoba lagi. Belum betul semua? Terus saja coba!

2. Soal tes vocab untuk pemula pilihan ganda dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris
Saya merasa cara ini sedikit lebih sulit dari tipe soal nomor 1. Bahkan saya juga menduga bahwa cara nomor 2 ini jarang dilakukan oleh orang lain, terutama di Indonesia.

3. Soal tes vocab dalam bentuk Jawaban Pendek
Kita diminta menjawab arti kata bahasa Inggris dengan mengetikannya pada kotak yang tersedia di tiap soal. Cara ini lumayan lebih menantang lagi. Tapi jika kesulitan, saya sediakan bantuannya.

Banyak orang lebih fokus mencari arti dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Padahal yang saya rasakan untuk menambah vocabulary lebih cepat harus mencari padanan kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Apakah Cara Belajar Bahasa Inggris Mereka Salah?
Ah tidak salah! Namun kalau boleh saya berpendapat bahwa orang-orang yang terbiasa mencari arti kata atau terjemahan teks bahasa Inggris, maka mereka berkesempatan:

1. memahami teks bahasa Inggris dengan mencari terjemahannya dalam bahasa Indonesia
2. bisa menjadi penerjemah dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
3. Akan tetapi, kita akan kesulitan menulis atau berucap dalam bahasa Inggris.

Bagaimana Kalau Membiasakan Diri Berbahasa Inggris Metode Terbalik?
Orang lain mencari terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, saya sendiri mencari terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Hasilnya, saya bisa sedikit demi sedikit menulis dalam bahasa Inggris lebih lancar dari banyak teman-teman sekelas. Kepedean nih…. He..he..

Apakah Saya Tidak Suka Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Orang Lain?
Walaupun lebih mendukung metode Indonesia-Inggris, tapi saya juga suka belajar metode Inggris-Indonesia. Kenapa? Seringkali saya dituntut untuk menulis menggunakan sumber bahasa Inggris. Juga, saya pernah bercita-cita untuk menjadi penerjemah bahasa Inggris-Indonesia.

Cerita panjang lebar ini hanya pendapat dan pengalamanku yang sedang terus belajar bahasa Inggris secara otodidak (tanpa guru) walaupun bukan lulusan jurusan bahasa Inggris, bahkan tidak pernah mengikuti kursus, kecuali les private kepada kakak saja.

Walaupun demikian, saya memiliki dugaan kuat bahwa akan ada orang di antara Anda yang sependapat dengan saya dan mungkin saja cocok dengan gaya belajar saya. Oleh karena itu, saya sajikan Metode Taba sebagai representasi Cara Belajar Saya Dalam Memahami bahasa Inggris.

Intinya, bahasa Inggris itu harus terbiasa. Setelah itu, kita akan tertantang untuk membuat grammar bahasa Inggris kita lebih baik lagi. Namun tetap, vocabulary menjadi kunci keberhasilannya. Setuju?


Terima kasih telah membaca artikel dengan judul “Cara Belajar Bahasa Inggris Tanpa Grammar”. Semoga Metode Taba dapat menjadi metode alternatif untuk “Tes Vocabulary Bahasa Inggris Online Tanpa Grammar.”

No comments:

Post a Comment