Grammar Penyebab
Kegagalan
Dulu, Indonesia
memberikan kurikulum belajar bahasa Inggris yang terfokus pada grammar. Para
siswa dan mahasiswa diarahkan untuk mampu menjawab soal-soal bahasa Inggris
yang berbau grammar. Hasilnya GAGAL!
Ketika mendengar belajar
bahasa Inggris, kepala langsung teringat pada pola perubahan 16 Tenses. Orang
yang tidak suka mata pelajaran bahasa Inggris, jangankan mau mempelajarinya,
mendengarnya saja sudah malas. Bahkan lari….!
Jaman terus berubah,
perbaikan kurikulum pun terus dilakukan. Sekarang, materi bahasa Inggris di
sekolah dipadati dengan reading (bacaan). Ini juga masih belum berhasil
membumikan bahasa Inggris di Indonesia. Kenapa? Karena banyak yang tidak
mengetahui arti atau terjemahan teksnya.
Mungkin orang-orang
cerdas tidak paham kenapa masih banyak pelajar Indonesia yang kesulitan dalam
bahasa Inggris, padahal sekarang sudah tidak berorientasi pada grammar (tata
bahasa), tapi berorientasi pada reading?
Bagi saya kesulitan itu
sangat mungkin terjadi karena reading yang disajikan itu mirip bacaan-bacaan
dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Saya ingat saat sekolah, mengisi
soal-soal wacana dalam teks bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah bagi saya.
Bahkan saya merasa lebih mudah mengerjakan soal grammar bahasa Inggris daripada
mengisi teks wacana bahasa Indonesia. Ini pengalaman saya. he..he..
Lalu di Mana Letak
Kesalahan Belajar Bahasa Inggris?
Saya menilai pelajaran
bahasa Indonesia dan Inggris di sekolah langsung menuntut siswa untuk memahami
teorinya dengan ‘sempurna’. Materi tentang novel menuntut siswa untuk memahami
teori novel dengan baik.
Di balik itu, guru lupa
mengajak siswa untuk menulis. Begitu juga yang terjadi pada reading. Guru
terfokus mengajak siswa untuk menjawab soal-soal reading, seperti apa kalimat
utama pada paragraf satu? Akan tetapi, ia lupa mengajak siswa untuk
menceritakan pikiran masing-masing dalam teks bahasa Inggris.
Maka Muncullah Guru
Bahasa Inggris Teladan!
Suatu hari, saya nonton
salah satu televisi nasional. Saat itu, ada acara wawancara dengan para guru
teladan dengan gebrakan unik masing-masing.
Seorang guru bahasa
Inggris mengaku bahwa beliau suka mengajak para siswa dan siswinya untuk berani
praktek, praktek dan praktek. Bukan terlalu banyak berteori, bukan!
Sang guru menugaskan
siswanya untuk menulis apa saja dalam bahasa Inggris. Kemudian, beliau
membacanya satu per satu. Bagaimana hasilnya? Banyak siswa berani menulis dalam
bahasa Inggris walaupun masih banyak kesalahan dalam grammar-nya. Bahkan ada
yang mencampurkan kosakatanya dengan bahasa Indonesia.
Saya setuju dengan
langkah guru tersebut. Berdasarkan pengalamanku, jangankan setingkat SMP atau
SMA, setingkat mahasiswa pun banyak yang tidak berani menulis dalam bahasa
Inggris meskipun sudah dibolehkan untuk mencampurkannya dengan bahasa
Indonesia. Selain itu, mereka dibolehkan menggunakan grammar yang salah. Tetap
saja, mereka tampak enggan melakukannya, selain hanya sekitar 5 orang saja
dalam satu kelas!
Saya Putuskan Belajar
Bahasa Inggris Tanpa Beban Grammar Saja!
Meskipun saya meyakini
bahwa memahami grammar itu sangat penting dalam bahasa Inggris, tapi kita tidak
boleh terjebak dengan soal-soal grammar.
Biarlah kemampuan
grammar dipelajari dengan cara lebih natural. Saya lebih fokus saja pada
perbendaharaan vocabulary (kata). Saya lebih setuju belajar bahasa Inggris itu
ibarat anak-anak belajar bahasa Indonesia dari orang tuanya, bukan dari
sekolah!
Mereka bisa praktek
bahasa Indonesia tanpa perlu diajarkan pola Subyek + Predikat + Obyek,
macam-macam mazas, unsur-unsur fiksi, atau teori lainnya.
Orang tua cukup
memberikan contoh ungkapan atau kalimat ketika anak ingin menonton: “Kita
nonton yuk!”, ketika anak ingin makan: “Nak, kamu mau makan? Mau makan apa?”
Nah, metode inilah yang terasa lebih cocok bagi saya untuk belajar bahasa
Inggris agar terasa lebih mudah.
Saya Namakan Saja Belajar
Mudah Bahasa Inggris “Metode Taba”
Karena suka menulis,
maka seringkali saya membahas tentang belajar bahasa Inggris. Agar mudah
ditemukan teman-teman yang ingin mencoba cara belajarku di Internet, saya
namakan saja “Metode Taba” ya…!
Kenapa Bahasa Inggris Ala
“Taba”?
Ini hanya untuk mempermudah
saja agar teman-teman bisa membaca cara belajar bahasa Inggris secara online
dan gratis.
Kata “Taba” merupakan
kependekan dari nama diary online saya yang hampir saya update tiap hari, baik
tentang belajar bahasa Inggris, Arab,
Jepang, Mandarin, atau yang lainnya.
Dalam diary tersebut,
saya juga sekarang sedang membuat Tes Vocabulary Bahasa Inggris Online.
Link-nya dapat ditemukan pada menu e-book.
Dengan Tes Vocab
tersebut diharapkan saya bisa menghapal arti kata bahasa Inggris sebanyak-banyaknya,
baik level pemula, menengah maupun lanjutan.
Sekarang juga, sudah ada
9 soal Tes Vocab. Masing-masing terdiri atas antara 10 hingga 25 soal. Bagi saya, ini tidak
memusingkan seperti yang dialami pada saat menghapal vocabulary dari kamus.
Dengan Tes Vocab ini,
kita menjawab soal bahasa Inggris interaktif. Ketika menjawabnya dengan salah,
maka akan ada pesan bahwa jawaban salah. Ketika menjawabnya benar, maka akan
ada pesan bahwa jawaban kita benar.
Metode “Taba” Dalam
Tes Vocabulary Bahasa Inggris Online
Agar mudah diingat,
setiap cara belajar bahasa Inggris yang saya tulis di blog diary, saya sebut
metode “Taba” saja. Sekarang saya siapkan Tes Vocab Metode Taba yang dapat
diakses di blogku tercinta itu.
Materinya:
1. Soal tes vocab untuk
pemula yang berbentuk pilihan ganda (a atau b)
Dalam soal ini, kita
diminta mencari arti kata dari bahasa Inggris yang tersedia.
Saya merasa lebih mudah
karena artinya sudah ada pada pilihan. Ketika salah juga, akan ada kesempatan
kedua kalinya untuk mencoba lagi. Belum betul semua? Terus saja coba!
2. Soal tes vocab untuk
pemula pilihan ganda dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris
Saya merasa cara ini
sedikit lebih sulit dari tipe soal nomor 1. Bahkan saya juga menduga bahwa cara
nomor 2 ini jarang dilakukan oleh orang lain, terutama di Indonesia.
3. Soal tes vocab dalam
bentuk Jawaban Pendek
Kita diminta menjawab
arti kata bahasa Inggris dengan mengetikannya pada kotak yang tersedia di tiap
soal. Cara ini lumayan lebih menantang lagi. Tapi jika kesulitan, saya sediakan
bantuannya.
Banyak orang lebih fokus
mencari arti dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Padahal yang saya rasakan
untuk menambah vocabulary lebih cepat harus mencari padanan kata dari bahasa
Indonesia ke bahasa Inggris.
Apakah Cara Belajar
Bahasa Inggris Mereka Salah?
Ah tidak salah! Namun
kalau boleh saya berpendapat bahwa orang-orang yang terbiasa mencari arti kata
atau terjemahan teks bahasa Inggris, maka mereka berkesempatan:
1. memahami teks bahasa
Inggris dengan mencari terjemahannya dalam bahasa Indonesia
2. bisa menjadi
penerjemah dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
3. Akan tetapi, kita
akan kesulitan menulis atau berucap dalam bahasa Inggris.
Bagaimana Kalau
Membiasakan Diri Berbahasa Inggris Metode Terbalik?
Orang lain mencari
terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, saya sendiri mencari
terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Hasilnya, saya bisa sedikit
demi sedikit menulis dalam bahasa Inggris lebih lancar dari banyak teman-teman
sekelas. Kepedean nih…. He..he..
Apakah Saya Tidak Suka Metode
Pembelajaran Bahasa Inggris Orang Lain?
Walaupun lebih mendukung
metode Indonesia-Inggris, tapi saya juga suka belajar metode Inggris-Indonesia.
Kenapa? Seringkali saya dituntut untuk menulis menggunakan sumber bahasa
Inggris. Juga, saya pernah bercita-cita untuk menjadi penerjemah bahasa
Inggris-Indonesia.
Cerita panjang lebar ini
hanya pendapat dan pengalamanku yang sedang terus belajar bahasa Inggris secara
otodidak (tanpa guru) walaupun bukan lulusan jurusan bahasa Inggris, bahkan
tidak pernah mengikuti kursus, kecuali les private kepada kakak saja.
Walaupun demikian, saya
memiliki dugaan kuat bahwa akan ada orang di antara Anda yang sependapat dengan
saya dan mungkin saja cocok dengan gaya belajar saya. Oleh karena itu, saya
sajikan Metode Taba sebagai representasi Cara Belajar Saya Dalam Memahami
bahasa Inggris.
Intinya, bahasa Inggris
itu harus terbiasa. Setelah itu, kita akan tertantang untuk membuat grammar
bahasa Inggris kita lebih baik lagi. Namun tetap, vocabulary menjadi kunci
keberhasilannya. Setuju?
Terima kasih telah
membaca artikel dengan judul “Cara Belajar Bahasa Inggris Tanpa Grammar”.
Semoga Metode Taba dapat menjadi metode alternatif untuk “Tes Vocabulary
Bahasa Inggris Online Tanpa Grammar.”
No comments:
Post a Comment